Terletak di Batam, fasilitas manufaktur sudah telah menghasilkan perangkat pertama, redmi 3S, yang diresmikan pada soft launching awal tahun ini, kata seorang juru bicara Xiaomi. Karena ini adalah pembaruan untuk model sebelumnya, produksi untuk smartphone itu dalam jumlah kecil, ia mengatakan kepada ZDNet.
Dengan pabrik baru dan berjalan, Xiaomi mengatakan sekarang adalah sesuai dengan hukum Tingkat Komponen Dalam Negeri di Indonesia, mengacu pada nilai atau persentase komponen hardware dan software yang harus bersumber secara lokal agar pembuat perangkat untuk menjual perangkat 4G di negara.
Mandat ini menyatakan bahwa setidaknya 30 persen dari smartphone 4G dijual harus lokal, dengan persentase ini meningkat menjadi 40 persen dari 2019.
Pabrik Xiaomi baru, diluncurkan dalam kemitraan dengan Erajaya Swasembada, Sat Nusapersada, dan TSM Technologies, akan memiliki kapasitas untuk memproduksi hingga 1 juta unit per bulan, juru bicara mengatakan kepada ZDNet.
Vendor smartphone China meluncurkan ponsel pertama, redmi 1S, di Indonesia pada bulan Agustus 2014 dan sejak dibuka beberapa pusat layanan di seluruh negeri.
Ketika ditanya, juru bicara Xiaomi menolak untuk mengungkapkan berapa banyak dari ponsel yang dijual di pasar Indonesia atau berapa banyak telah diinvestasikan dalam fasilitas baru atau di negara ini.
Mencatat bahwa Indonesia adalah "pasar yang penting" bagi perusahaan, kepala Xiaomi ini Indonesia negara dan kepala Asia Tenggara, Steven Shi, mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Kami berkomitmen untuk menggabungkan kemampuan manufaktur lokal ke smartphone kami dan kami juga mencari untuk bekerja sama dengan pengembang software di Indonesia untuk lebih meningkatkan pengalaman pengguna untuk Mi Indonesia fans. "
Menurut angka pasar terbaru IDC, Xiaomi mengapalkan 41,5 juta unit di pasar domestik Cina pada 2016, mencelupkan 36 persen dari tahun sebelumnya. Ini meraih pangsa pasar 8,9 persen dan hanya membuatnya Xiaomi daftar 5 teratas, di bawah Oppo dan Huawei yang mengapalkan 78,4 juta dan 76,6 juta, masing-masing. Vivo dan Apple berada di posisi ketiga dan keempat dengan pengiriman unit 69,2 juta dan 44,9 juta.
Sumber: ZDNet
No comments